Makanan Penyebab Refluks – Refluks asam lambung memengaruhi hampir setiap orang pada suatu saat dalam hidup mereka. Selain itu hal ini menyebabkan sensasi terbakar yang dikenal sebagai mulas.
Refluks asam lambung sesekali adalah normal, tetapi ketika terjadi sering, paling sering disebabkan oleh penyakit refluks gastroesofageal (GERD).
Also Read
Selain itu penting untuk mengenali gejala refluks asam lambung dan GERD serta memahami makanan mana yang dapat memperburuk efeknya.
Dengan pengetahuan ini, Anda dapat membuat pilihan diet yang lebih baik dan mengelola kondisi tersebut dengan lebih efektif.
Di bawah ini Anda akan menemukan 12 makanan yang menyebabkan refluks asam lambung.
Apa itu Refluks Asam Lambung?
Selain itu sistem pencernaan memiliki otot yang disebut sfingter esofagus bagian bawah (LES) yang bertindak seperti katup.
Otot ini membuka untuk memungkinkan makanan masuk ke perut dan menutup untuk mencegahnya mengalir kembali ke kerongkongan.
Selain itu refluks asam lambung terjadi ketika otot ini rileks atau melemah secara tidak normal, sehingga asam lambung kembali naik ke kerongkongan.

Aliran balik ini disebut refluks dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan gejala seperti:
- sensasi terbakar di kerongkongan dan tenggorokan
- rasa asam di mulut
- nyeri dada
- rasa terbakar di belakang tulang dada
- bersendawa
- kesulitan menelan
- batuk kronis atau iritasi tenggorokan
Jika Anda mengalami gejala-gejala ini secara teratur, setidaknya dua kali seminggu, ada kemungkinan Anda menderita GERD.
Selain itu GERD yang sering terjadi dan tidak diobati dapat mengakibatkan komplikasi kesehatan, termasuk:
- esofagitis
- penyempitan atau striktur kerongkongan
- ulkus
Makanan Penyebab Refluks Asam Lambung
Selain itu diet juga memainkan peran penting dalam perkembangan refluks asam.
Selain itu dibawah ini adalah beberapa makanan yang paling umum menyebabkan refluks asam meliputi:
Makanan Tinggi Lemak

- Makanan goreng
- Potongan daging sapi, babi, atau domba yang berlemak
- Produk susu berlemak penuh seperti mentega, krim asam, dan es krim
Makan Pedas
- Bubuk cabai
- Cabai (putih, hitam, cayenne)
Makanan cepat saji
Bawang Bombay & Bawang Putih
Minuman Berkarbonasi
- Soda
- Minuman bersoda
Peppermint
- Teh peppermint
- Permen karet
Produk susu
- Susu
- Keju
Buah Sitrus & Minuman Sitrus
- Jeruk
- Lemon
- Grapefruit
- Jeruk nipis
- Jus
Makanan Berbasis Tomat
Cokelat
Alkohol
Minuman Berkafein

- Kopi
- Teh
Kebiasaan Makan untuk Mencegah Refluks Asam
Mengelola refluks asam dan GERD melibatkan lebih dari sekadar menghindari makanan tertentu. Selain itu penting juga untuk mempertimbangkan bagaimana dan kapan Anda makan, seperti:
- Menyadari pemicu pribadi Anda
- Menghindari makanan yang mengganggu di larut malam
- Memilih porsi makan yang lebih kecil dan lebih sering
- Makan secukupnya
Selain itu usahakan Anda tetap dalam posisi tegak setidaknya selama 3 jam setelah makan
Membuat jurnal makanan adalah alat yang berharga bagi penderita GERD, karena dapat membantu mengidentifikasi makanan atau pola makan tertentu yang memperburuk gejala.
Apa yang Harus Saya Lakukan Jika Saya Merasa Menderita GERD?
Selain itu GERD adalah kondisi jangka panjang yang membutuhkan penanganan melalui perubahan gaya hidup dan diet Anda, dikombinasikan dengan mencari perhatian medis untuk pengobatan GERD atau refluks asam.
Mendeteksi GERD sejak dini, minum obat, dan menjaga pola makan seimbang dapat sangat membantu mengurangi gejala dan meningkatkan kesembuhan secara keseluruhan.
Selain itu ada solusi untuk membantu Anda menjalani hidup nyaman sambil mengatasi GERD, dan dokter spesialis gastroenterologi Anda sangat berpengalaman dalam membantu pasien mengelolanya. (Fahma Ardiana)
















