Tips Mendukung Ibu Baru – Kedatangan bayi baru lahir membawa kegembiraan, antusiasme, dan perubahan besar dalam hidup.
Namun, banyak ibu baru mengalami naik turun emosi dalam beberapa hari atau minggu setelah melahirkan, yang umumnya dikenal sebagai baby blues.
Also Read
Perasaan ini dapat meliputi kesedihan, kecemasan, perubahan suasana hati, dan mudah menangis, yang sering disebabkan oleh perubahan hormon, kelelahan, dan tuntutan merawat bayi baru lahir.
Tips Mendukung Ibu Baru untuk Mencegah Baby Blues
Dengan dukungan yang tepat, anggota keluarga dan orang-orang terkasih dapat memainkan peran penting dalam membantu ibu baru merasa didukung secara emosional dan tidak terlalu kewalahan.
Hadir dan Dengarkan Tanpa Menghakimi

Salah satu cara paling ampuh untuk mendukung ibu baru adalah dengan hanya hadir. Dengarkan perasaannya tanpa menyela, meremehkan, atau menawarkan solusi langsung.
Biarkan dia mengekspresikan rasa takut, sedih, atau ketidakpastian dengan bebas. Yakinkan dia bahwa perasaannya valid dan umum, dan bahwa dia tidak perlu “kuat” sepanjang waktu.
Tawarkan Bantuan Praktis
Selain itu ibu baru sering merasa kewalahan oleh tanggung jawab sehari-hari.
Membantu pekerjaan rumah tangga seperti memasak, membersihkan, mencuci pakaian, atau berbelanja bahan makanan dapat mengurangi stres secara signifikan.
Mengurus tugas-tugas praktis memungkinkan ibu untuk beristirahat, fokus pada pemulihan, dan menjalin ikatan dengan bayinya.
Dorong Istirahat dan Tidur
Kurang tidur merupakan kontributor utama terhadap tekanan emosional setelah melahirkan.
Dorong ibu untuk tidur saat bayi tidur dan bantu dengan mengambil alih tugas-tugas malam hari jika memungkinkan, seperti mengganti popok atau menenangkan bayi setelah menyusui.
Bahkan istirahat singkat pun dapat meningkatkan suasana hati dan tingkat energi.
Dukung Menyusui Tanpa Tekanan
Menyusui dapat menjadi tantangan secara emosional dan fisik. Berikan dorongan tanpa menghakimi atau menekan.
Selain itu ingatkan ibu bahwa mencari bantuan dari konsultan laktasi adalah hal yang normal dan bermanfaat.
Hormati pilihan pemberian makannya dan hindari kritik, karena rasa bersalah dan keraguan diri dapat memperburuk tekanan emosional.
Yakinkan dan Tegaskan Upayanya

Ibu baru sering mempertanyakan apakah mereka “melakukan hal yang benar.”
Secara teratur yakinkan dia bahwa dia melakukan pekerjaan dengan baik dan bahwa tidak apa-apa untuk belajar sambil jalan.
Selain itu kata-kata penegasan kecil dapat sangat meningkatkan kepercayaan diri dan kesejahteraan emosional.
Bantu Dia Tetap Terhubung
Isolasi dapat meningkatkan perasaan sedih. Dorong interaksi sosial yang lembut, seperti kunjungan singkat dari teman atau anggota keluarga yang dipercaya, panggilan telepon, atau kelompok dukungan online.
Namun, hormati kebutuhannya akan privasi dan istirahat, dan hindari membuatnya kewalahan dengan terlalu banyak pengunjung.
Perhatikan Tanda-Tanda Peringatan
Meskipun baby blues umum terjadi dan biasanya hilang dalam dua minggu, kesedihan yang terus-menerus, kecemasan ekstrem, perasaan putus asa, atau penarikan diri dapat mengindikasikan depresi pascapersalinan.
Jika gejala-gejala ini berlanjut atau memburuk, doronglah dengan lembut untuk mendapatkan dukungan profesional dari penyedia layanan kesehatan atau profesional kesehatan mental.
Dorong Perawatan Diri dan Gerakan Ringan
Dukung ibu untuk meluangkan waktu sejenak untuk perawatan diri, seperti mandi air hangat, jalan-jalan singkat, atau waktu tenang sendirian.
Selain itu gerakan ringan dan udara segar dapat meningkatkan suasana hati dan keseimbangan emosional.
Ciptakan Lingkungan yang Tenang dan Mendukung

Lingkungan rumah yang tenang dapat membantu mengurangi stres.
Jaga agar tingkat kebisingan tetap rendah, batasi pengunjung yang tidak perlu, dan ciptakan ruang yang aman dan nyaman di mana ibu merasa didukung dan diperhatikan.
Ingatkan Dia Bahwa Dia Tidak Sendirian
Penguatan terus-menerus bahwa dia tidak sendirian dalam perjalanan ini dapat sangat menghibur.
Beri tahu dia bahwa bantuan selalu tersedia dan bahwa meminta dukungan adalah tanda kekuatan, bukan kelemahan.
Selain itu mendukung ibu baru selama periode pascapersalinan membutuhkan kesabaran, empati, dan pengertian.
Dengan menawarkan kehadiran emosional, bantuan praktis, dan dorongan lembut, orang-orang terkasih dapat membantu mengurangi dampak baby blues dan mendorong transisi yang lebih sehat dan positif menuju peran sebagai ibu. (Fahma Ardiana)
















